Aspek spiritual dalam pemerintahan daerah sangat dibutuhkan, baik oleh kepala daerah sebagai pimpinan agen perubahan maupun pejabat sampai staf pada level terendah sekalipun.
Mengapa demikian, karena dalam diri manusia akan merasa kehausan apabila aspek ini tidak diberikan ruang. Apalagi jika diberikan tugas dan tanggungjawab besar, pasti akan merasakan kehausan dengan indikasi rasa gelisah, berat, susah, dampak risiko yang akan dialami.
Semua itu harus diobati secara spiritual dengan ritual keagamaan seperti sholat, zikir, baca do’a, mendengarkan tausiah. Tak cukup hanya menggukan suntikan medis, inpus, apalagi cuma obat parasetamol.
Oleh karena itu, hidup itu harus seimbang. Manusia memang harus diberikan banyak ujian agar derajatnya di sisi Allah semakin tinggi tetapi harus diimbangi dengan spiritual.
Kita harus memahami diri kita sebagai makluk yang mulia, lebih mulia dari malaikat. Sehingga posisi kita sebagai manusia mulia harus selalu diuji untuk memastikan bahwa manusia itu memang hebat dan pantas mendapatkan posisi lebih tinggi dari malaikat di sisi Allah.








