TANAH BUMBU, Goodnews.co.id – Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Akram Sadli, mengajak masyarakat untuk mendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 1, Andi Rudi Latif – H Bahsanudin (ARB) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Akram Sadli mengaku memberikan dukungan kepada pasangan ARB, dengan alasan berdasarkan hasil kontemplasi dan kenyataan bahwa calon Bupati Tanah Bumbu hanya satu pasang dan tidak mungkin memberikan suara kepada kotak kosong.
“Sebagai manusia yang bermartabat harus memilih ARB. Masa kita manusia makhluk berakal memilih kotak kosong. Di mana akal sehat kita,” ucapnya, Kamis (17/10/2024).
Ia juga menyerukan kepada guru-guru, tokoh masyarakat, serta semua lapisan masyarakat untuk memilih ARB sebagai konsekuensi satu pasang calon Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu.
Sebagai konsekuensinya juga, masyarakat harus membuktikan partisipasi aktif dalam mendukung pasangan calon dengan memberikan dukungan penuh kepada ARB.
Akram Sadli juga mengatakan, ketika masyarakat tidak datang ke TPS pada tanggal 27 November 2024 nanti, maka sama halnya menunjukkan bahwa harga diri seseorang tidak bernilai. Karena tidak memberikan dukungan kepada siapa-siapa.
Menurutnya, masyarakat yang mengharap perbaikan, kesejahteraan, dan keadilan, tetapi tidak mau memberikan suara di TPS, maka tidak akan pernah sejahtera.
“Kalaupun kita sudah merasa sejahtera tapi ingat, hidup ini tidak sendirian dan adakala tangan pemerintah dibutuhkan untuk mengatur dan mengatasi masalah sosial, wabah, atau konflik,” katanya.
Sehingga konsekuensi kotak kosong harus memenangkan ARB sebagai bukti makhluk berakal dan akal sehat.
Akram Sadli berharap, dukungan legitimasi dan kemenangan ARB mampu memberikan kesejahteraan, keadilan, perlindungan, dan kemakmuran melalui visi misinya.
Ia juga menekankan pentingnya memilih pemimpin yang memiliki visi dan misi jelas untuk kesejahteraan masyarakat, serta komitmen kuat dalam menjaga nilai-nilai agama dan kebangsaan.
“Pilkada bukan sekadar ajang politik, melainkan momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan daerah kedepan. Pemimpin yang dipilih harus memiliki kemampuan mengelola pemerintahan dengan baik, memprioritaskan kepentingan rakyat, dan mampu menjaga kerukunan antar umat beragama,” pungkasnya. (E)











